Portal Berita Lakpesdam Terkini – 27 Juni 2026 | Secangkir cokelat panas dan segelas teh hijau bisa menjadi kombinasi ampuh untuk melawan stres. Ketika tekanan mental atau stres melanda, banyak orang secara tidak sadar melampiaskannya dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak. Sayangnya, kombinasi stres dan lemak jahat bisa memperburuk kondisi pembuluh darah.
Penelitian tentang Cokelat Panas dan Teh Hijau
Sebuah penelitian yang dirilis dalam jurnal Food and Function menawarkan solusi praktis. Mengonsumsi minuman kaya flavanol seperti cokelat panas atau teh hijau terbukti mampu menangkal efek negatif stres pada tubuh, bahkan setelah menyantap makanan berlemak. Penelitian yang dipimpin Catarina Rendeiro ini berfokus pada fungsi endotel (lapisan dinding pembuluh darah).
"Saat stres, orang cenderung memilih makanan tinggi lemak. Padahal, lemak bisa menghambat pemulihan sistem vaskular (pembuluh darah) tubuh dari dampak stres," jelas Rendeiro. Melalui studi ini, tim peneliti ingin menguji apakah asupan tinggi flavanol bisa menjadi benteng untuk mengurangi kerusakan tersebut.
Metode Penelitian
Penelitian ini melibatkan 23 pria dan wanita muda yang berada dalam kondisi sehat. Seluruh peserta disuguhkan menu sarapan berupa dua buah croissant mentega dengan keju dan susu. Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi minuman cokelat panas tinggi flavanol, sementara kelompok lain mengonsumsi cokelat rendah flavanol.
Setelah beristirahat, mereka diminta menyelesaikan tes matematika mental yang level kesulitannya terus meningkat selama delapan menit. Setiap jawaban salah akan langsung ditandai demi memicu kondisi stres. Selama proses tersebut, peneliti memantau detak jantung, tekanan darah, aliran darah lengan bawah, dan kadar oksigen pada otak bagian depan (korteks prefrontal) peserta.
Hasil Penelitian
Untuk mengukur fungsi pembuluh darah dan memprediksi risiko penyakit jantung, peneliti menggunakan metode FMD (Brachial Flow-Mediated Dilatation). Tes ini mengukur seberapa baik arteri lengan melebar saat aliran darah meningkat, di mana nilai yang lebih tinggi menandakan jantung lebih sehat.
Hasilnya menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Kelompok rendah flavanol mengalami penurunan fungsi pembuluh darah cukup parah, bahkan efek buruk ini terus bertahan hingga 90 menit setelah tes. Fungsi vaskular pada kelompok tinggi flavanol tetap terjaga dengan baik. Nilai tes FMD mereka jauh lebih tinggi pada menit ke-30 dan menit ke-90 pasca-stres.
Rendeiro menilai pentingnya memilih asupan yang bijak saat sedang menghadapi masa-masa sulit. "Mengonsumsi makanan atau minuman kaya flavanol bisa menjadi strategi efektif meredam dampak buruk dari makanan tidak sehat terhadap sistem pembuluh darah," tuturnya.
Penelitian ini membuktikan bahwa mengonsumsi cokelat panas atau teh hijau yang kaya akan flavanol dapat membantu melawan stres dan menurunkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk memilih asupan yang sehat dan bijak untuk menjaga kesehatan tubuh.














Leave a Reply