Catatan Dahlan Iskan: In Five

Catatan Dahlan Iskan: In Five

Portal Berita Lakpesdam Terkini – 16 Juni 2026 | Piala Dunia memang berlangsung di Amerika. Tapi berita olahraga terbesar di New York tentang basket. Itu karena Sabtu kemarin New York Knicks meraih gelar juara NBA dengan drama yang sangat besar. Sudah 53 tahun Knicks tidak juara. Betapa lapar warga New York atas gelar kali ketiganya itu.

Putaran Final NBA

Putaran final tahun ini Knicks melawan San Antonio Spurs dari Texas. Juara lima kali. Sistem pertandingan putaran finalnya bermain tujuh kali. Dua kali di kandang lawan, dua kali tuan rumah. Dua kali lagi di kandang lawan, dua kali lagi tuan rumah. Karena itu gelar juara baru bisa dikunci kalau tim finalis sudah menang empat kali. Kalau skor masih 3-3 harus ada pertandingan ketujuh.

Pertandingan final pertama dan kedua dimainkan di Texas. Sebagai tamu, Knicks menang dua-duanya. Di pertandingan ketiga dan keempat di New York. Di pertandingan ketiga Knicks kalah (3-1). Di pertandingan keempat Knicks yang menang (4-1). Secara dramatis pula.

Drama di Pertandingan Keempat

Sejak saat itu New York heboh: Knicks akan juara ‘in five’. Di keluarga kami “pecah”. Mayoritas pilih yang akan jadi juara Spurs. Hanya satu yang menebak Knicks dengan optimisme “in five”. Ia memang lama di Amerika. Sering ke San Antonio dan New York. Tapi hatinya sebenarnya untuk Sacramento Kings.

“Knicks juara in five karena di Spurs ada Fox,” katanya. Fox-lah yang dianggap paling membawa sial bagi Spurs. Nama lengkapnya De’Aaron Fox. Saat itu pertandingan keempat tinggal 13 detik lagi. Posisi Spurs masih unggul 106-105. Hampir pasti Spurs menang di game keempat itu. Apalagi serangan Knicks baru saja gagal. Pemain Knicks masih banyak di lapangan Spurs.

Pertandingan Penentu

Di saat di sekitar ring basket Knicks kosong, Fox dapat bola. Jalan menuju ring milik Knicks pun lapang. Fox melihat itu sebagai peluang sangat besar untuk cetak dua point. Memang Spurs sudah menang satu angka tapi jiwa pejuang Fox mengatakan harus menang tiga angka. Kesempatan ada. Peluang sangat besar. Maka Fox berlari kencang ke arah ring lawan. Ia pun langsung melakukan layup dengan sangat baik. Bola pasti akan masuk. Tapi tidak! Di saat bola sudah menempel di ring datanglah pemain belakang Knicks, Anunoby.

Tinggi badannya yang 2,01 meter, jangkauan tangannya yang panjang, tiba-tiba bisa menepis bola yang sudah di bibir ring itu. Spurs pun gagal menang tiga angka. Bahkan gagal menang sama sekali. Dalam hitungan detik yang tersisa Knicks berhasil menambah dua angka. Posisi pun terbalik menjadi 107-106 untuk Knicks. New York pesta. Piala Dunia sepak bola tidak penting lagi. Yang ditunggu adalah pertandingan kelima. Di New York pula. Kalau yang ke lima menang tidak perlu lagi ada pertandingan keenam dan ketujuh. Knicks juara ‘in five’.

Analisis Pertandingan

Kenapa cucu Pak Iskan bisa memperhitungkan faktor Fox yang membuat Knicks juara? Kelihatannya hanya semata ia punya sentimen pribadi: tahun lalu Fox meninggalkan Sacramento Kings, pindah ke Spurs. Nama Anunoby pun jadi pahlawan di New York. Bagaimana Anunoby bisa lari secepat itu dan sempat menepis bola Fox yang sudah nyaris masuk.

Layup De’Aaron Fox yang berhasil digagalkan OG Anunoby. Nama lengkapnya OG Anunoby. Ogugua Anunoby. Ia lahir di London. Pernah ikut tim NBA Toronto lalu pindah ke Knicks. Nama Anunoby kini mulai disejajarkan dengan Draymond Green, bintang belakang klub Warrior, California, juara NBA tujuh kali. Tentu belum sejajar. Green, kini 37 tahun, adalah legenda.

Karena itu ketika Green nonton pertandingan Piala Dunia di stadion Los Angeles kamera sering me-zoom wajahnya. Hari itu tim sepak bola Amerika menang telak lawan Paraguay: 4-1. Final “in five” ini masih terus jadi pembicaraan hangat di New York. Topiknya dua: mengapa Fox tidak ‘buang waktu’ di posisi yang sudah unggul dan tinggal 13 detik. Bukan hanya ‘buang waktu’ harusnya Fox memancing pemain Knicks agar melakukan pelanggaran.

Pertandingan Skor
Pertandingan 1 Knicks menang
Pertandingan 2 Knicks menang
Pertandingan 3 Spurs menang
Pertandingan 4 Knicks menang

Begitulah permainan olahraga. Kalau saja Anunoby tidak jadi siluman hari itu puja-puji tentu untuk Fox. Tapi karena gagal ganti caci-maki untuknya. Tentang layup yang dilakukan Fox sebenarnya sudah sangat benar. Setelah dekat ke ring Knicks ia meloncat dengan tumpuan kaki kirinya, lalu satu tangannya “meletakkan’ bola di bibir ring. Itulah layup yang klasik. Bukan slam dunk. Tingkat keberhasilannya hampir mutlak: ketika belum ada Anunoby.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

perihokiduta76algoritma menang taktik mahjong wild deluxe peluang sicbo analisa pola gates of olympusanalisa rtp live peluang teknik mahjong ways 2 pgsoft baccarat starlight princessbedah peluang rtp live teknik transisi blackjack sweet bonanza mahjong wins 3 pragmaticeksekusi taktis data peluang roulette teknik wild bounty hunter rtp live mahjong ways 2 pgsoftdekonstruksi multi disiplin strategi blackjack peluang sv388 teknik sugar rush pola mahjong wins 3masterclass peluang sinkronisasi strategi mahjong wild deluxe analisa sicbo pola paten gates olympustaktik rotasi presisi strategi pgsoft mahjong ways 2 analisa peluang baccarat pola starlight princessmanuver lintas arena strategi paling jitu blackjack pola mahjong wins 3 pragmatic taktik sweet bonanzameta analisa rotasi strategi roulette pola mahjong ways 2 pgsoft peluang wild bounty huntermetodologi kuantitatif analisa sv388 teknik blackjack rtp live mahjong wins 3 sugar rush