Portal Berita Lakpesdam Terkini – 14 Juni 2026 | Menyambut gelaran Piala Dunia 2026, ribuan orang tampak memadati alun-alun di Argentina. Mereka berkumpul bukan untuk membahas taktik lapangan hijau, melainkan demi mengumpulkan dan menukar stiker resmi Piala Dunia.
Tradisi Mengumpulkan Stiker
Selama lebih dari setengah abad, album stiker terbitan Panini telah menjadi bagian berharga dari tradisi empat tahunan ini. Sekolah, taman kota, dan ruang kantor seketika berubah menjadi zona barter. Di sana, orang-orang saling berburu stiker langka atau sekadar membuang stiker duplikat yang mereka miliki.
Barter Stiker
Di Amerika Selatan, esensi dari tradisi ini justru terletak pada barter itu sendiri, bukan sekadar mengoleksinya. Bahkan, komunitas lokal sampai memanfaatkan grup WhatsApp, aplikasi khusus, dan situs web demi memfasilitasi aktivitas ini.
Pemandangan menarik terlihat di jantung kota Buenos Aires. Kerumunan orang saling bertukar stiker warna-warni bergambar wajah para bintang sepak bola dunia. Beberapa kolektor tampak membagikan stiker di atas meja dengan lihai, mirip seorang bandar dalam permainan poker. Di sudut lain, anak-anak dengan penuh konsentrasi menempelkan stiker ke album.
Dampak Positif
Psikolog Agustina Zerbinatti menilai kegemaran ini membawa dampak positif bagi tumbuh kembang anak. Beberapa kolektor punya trik khusus demi melengkapi album tanpa boncos. Mereka menghindari spekulan dengan langsung membeli satu kotak besar berisi 104 paket stiker seharga USD 180 yang bisa dicicil. Stiker superlangka seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Kylian Mbappe pun tetap bisa didapatkan.
Jika aktivitas ini diubah menjadi virtual, kita akan kehilangan momen tatap muka dan sentuhan manusiawi saat memperdagangkannya, ujar Juan Valora, seorang penggemar yang datang mengoleksi stiker bersama kekasihnya.














Leave a Reply