Perselingkuhan pada Generasi Tua
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 14 Juni 2026 | Tren perselingkuhan menunjukkan grafik yang meningkat pada kelompok generasi tua. Dalam sebuah hubungan, tidak pernah ada jaminan 100% seseorang akan selalu setia. Komunikasi yang sehat dan kejujuran memang bisa menjadi benteng pertahanan, tetapi risiko pengkhianatan tetap saja ada.
Perubahan Pandangan Terhadap Perselingkuhan
Menariknya, sebuah pergeseran pandangan terjadi seiring pergantian zaman. Banyak orang berharap generasi muda bisa membangun hubungan dengan rasa hormat yang lebih tinggi. Harapan ini tampaknya mulai terbukti. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa generasi muda cenderung lebih jarang berselingkuh dibandingkan generasi pendahulu mereka.
Studi tentang Perselingkuhan
Sebuah studi menganalisis data dari Institute for Family Studies (IFS) untuk melihat seberapa setia warga Amerika Serikat yang sudah menikah. Hasilnya cukup mengejutkan. Peneliti Nicholas H. Wolfinger mengatakan tren perselingkuhan justru didominasi orang yang berada di usia 50-an dan 60-an, dengan rata-rata usia pernikahan 20-30 tahun.
| Usia | Persentase Perselingkuhan |
|---|---|
| 60-an | 16% |
| 70-an | 26% |
| 80-an | 24% |
Untuk wanita, tingkat perselingkuhan tertinggi berada di usia 60-an (16%), lalu turun drastis saat memasuki usia 70-an dan 80-an. Untuk pria, angka perselingkuhan justru memuncak di usia 70-an (26%) dan tetap bertahan tinggi (24%) ketika sudah berusia 80 tahun ke atas.
Teori tentang Perselingkuhan
Wolfinger mengajukan teori ganda mengenai fenomena ini. Pertama, faktor psikologis kelenggangan hubungan setelah 2-3 dekade bersama. Kedua, faktor historis karena kelompok usia ini tumbuh besar di era yang cenderung lebih longgar dan terbuka terhadap eksplorasi intim.
Berkat terapi hormon modern yang mengatasi penurunan libido akibat menopause, wanita lanjut usia kini bisa menjaga kehidupan ranjang tetap aktif dan membara.














Leave a Reply