Latar Belakang Kasus
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 01 Juni 2026 | Pemain asal Filipina Daisuke Sato membeberkan kronologi kasusnya dengan Persib Bandung yang berujung sanksi FIFA. Melalui pernyataan yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Sato menjelaskan persoalan yang mencuat saat ini bukanlah perkara baru.
Sengketa tersebut berkaitan dengan pemutusan kontrak yang dilakukan Persib Bandung saat dirinya masih menjadi bagian dari skuad pada 2023. Sato bergabung dengan Persib pada 2022 dan menjadi salah satu pemain andalan di lini belakang. Namun, kerja sama antara kedua belah pihak berakhir lebih cepat ketika Liga 1 2023/24 masih berlangsung.
Proses Hukum
Saat itu, Persib memutuskan melepas pemain 31 tahun tersebut meskipun kontraknya belum berakhir. Keputusan tersebut kemudian memicu sengketa yang dibawa Sato bersama tim kuasa hukumnya ke jalur hukum olahraga. Menurut dia, proses penyelesaian kasus ini telah berlangsung cukup lama dan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Sato mengaku sanksi yang kini diterima Persib bukan berasal dari laporan atau tindakan baru yang dilakukannya. Sebaliknya, perkara tersebut merupakan kelanjutan dari proses hukum yang telah berjalan sejak pemutusan kontrak terjadi. Pada perjalanan kasus itu, Persib diketahui sempat mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS).
Putusan CAS
Namun, berdasarkan penjelasan Sato, upaya banding tersebut ditolak CAS pada Maret 2026. Setelah putusan keluar, Sato mengungkapkan pihak Persib meminta agar hasil keputusan tersebut tidak dipublikasikan secara terbuka dengan menyebut nama pemain maupun klub.
Pernyataan tersebut menjadi kali pertama Sato mengungkap detail komunikasi yang terjadi setelah putusan sengketa dikeluarkan. Selama ini, proses hukum yang berlangsung antara dirinya dan Persib lebih banyak berjalan di balik layar tanpa banyak diketahui publik.
Klarifikasi Persib
Di sisi lain, manajemen Persib sebelumnya telah memberikan klarifikasi terkait perkara yang sedang dihadapi. Persib juga mengaku sanksi FIFA yang dijatuhkan berkaitan dengan penyelesaian kontrak Daisuke Sato dan bukan karena persoalan tunggakan gaji pemain aktif.
Dengan demikian, kasus ini menunjukkan betapa pentingnya proses hukum yang adil dan transparan dalam menyelesaikan sengketa antara pemain dan klub. Selain itu, kasus ini juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemain, klub, dan federasi sepak bola dalam menyelesaikan masalah yang timbul.














Leave a Reply