Portal Berita Lakpesdam Terkini – 23 Mei 2026 | Nestle Indonesia bersama Alfamart meluncurkan lima waste station baru di Jakarta, Bandung, dan Bali demi mendukung pengelolaan sampah rumah tangga serta ekonomi sirkular.
Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
Waste station memungkinkan masyarakat menyetorkan sampah anorganik dengan lebih mudah, termasuk saat berbelanja di gerai Alfamart. Fasilitas tersebut dioperasikan Rekosistem sebagai mitra pengelola sampah Nestle Indonesia, dengan layanan penyetoran sampah anorganik terpilah yang bisa ditukar menjadi poin belanja.
Kerja Sama Strategis
Kini, total ada 15 fasilitas waste station milik Nestle Indonesia yang telah tersedia di berbagai kota besar Indonesia. Waste station Nestle telah menyerap lebih dari 244.000 kilogram sampah hingga awal 2026, dengan pengumpulan sepanjang 2025 mencapai 126,16 ton atau naik 46,5 persen.
Dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup
Corporate Affairs Director Nestle Indonesia Fajar Dewantara mengatakan kolaborasi dengan Alfamart menjadi kunci menghadapi tantangan persampahan yang kian kompleks. "Kami ingin semua pihak ikut terlibat membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi melalui waste station," ujar Fajar. Property and Development Director Alfamart Hans Harischandra mengatakan kerja sama dengan Nestle diharapkan mempermudah pengelolaan sampah sekaligus membangun kebiasaan baru di masyarakat.
Table Statistik Pengelolaan Sampah:
| Tahun | Jumlah Sampah (Kg) |
|---|---|
| 2025 | 126.160 |
| 2026 (hingga awal tahun) | 244.000 |
Selain itu, kolaborasi Nestle dan Alfamart juga menuai dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup karena selaras dengan implementasi Peraturan Menteri LHK Nomor 75 Tahun 2019. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan sampah di Indonesia dapat menjadi lebih baik dan terintegrasi.













Leave a Reply