Portal Berita Lakpesdam Terkini – 20 Mei 2026 | Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengkritik kinerja Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Said Didu menyebutkan bahwa sejak Perry Warjiyo menjabat sebagai Gubernur BI, nilai tukar rupiah telah anjlok sekitar 30 persen.
Latar Belakang
Perry Warjiyo telah menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2018. Selama masa jabatannya, rupiah telah mengalami penurunan nilai yang signifikan. Said Didu menyebutkan bahwa ini merupakan salah satu pencapaian Perry Warjiyo yang paling mencolok.
Kinerja Gubernur BI
Said Didu juga menyebutkan bahwa BI telah mencetak Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp 1.500 triliun sebagai utang pemerintah ke Bank Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Gubernur BI dalam mengelola keuangan negara masih belum optimal.
Proyeksi Masa Depan
Perry Warjiyo telah menyatakan bahwa rupiah akan mulai menguat pada Juli 2026 mendatang. Namun, Said Didu meragukan pernyataan ini, mengingat bahwa rupiah telah anjlok sekitar 30 persen sejak Perry Warjiyo menjabat sebagai Gubernur BI.
Said Didu meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Perry Warjiyo untuk menunjukkan kebenaran pernyataan yang dilontarkan. Dia juga mengunggah data yang menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mencapai Rp 17.700 lebih.
| Tahun | Nilai Tukar Rupiah |
|---|---|
| 2018 | Rp 14.000 |
| 2022 | Rp 15.500 |
| 2026 | Rp 17.700 |
Faktanya, tiap hari harga saham dan nilai tukar rupiah terus anjlok. Data per 19 Mei 2026 menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mencapai Rp 17.700 lebih.
Oleh karena itu, Said Didu meminta Perry Warjiyo untuk menunjukkan kebenaran pernyataan yang dilontarkan dan tidak hanya berbicara tentang proyeksi masa depan yang belum terbukti.















Leave a Reply