Portal Berita Lakpesdam Terkini – 16 Mei 2026 | Wembley Stadium kembali menjadi panggung salah satu laga paling bergengsi di sepak bola Inggris saat Manchester City melawan Chelsea pada final Piala FA 2025/26. Pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan trofi tertua di dunia, melainkan ajang pembuktian bagi dua klub besar dengan ambisi berbeda.
Rivalitas Panjang di Laga Final
Manchester City dan Chelsea bukan pertama kali bertemu di partai final. Kedua tim sebelumnya sudah tiga kali bentrok pada laga penentuan juara. Pertemuan tersebut terjadi pada final Full Member’s Cup 1986, Carabao Cup 2019, dan Liga Champions 2021. Dari tiga laga itu, Chelsea unggul dengan dua kali menang, termasuk kemenangan prestisius di final Liga Champions 2021.
Rekor Pertemuan Berimbang
Secara keseluruhan, Manchester City dan Chelsea telah bertemu sebanyak 182 kali di berbagai kompetisi resmi. Chelsea masih unggul tipis dengan catatan 71 kemenangan. Sementara itu, Manchester City mengoleksi 68 kemenangan dan 43 laga lainnya berakhir imbang. Persaingan kedua tim juga kerap memberikan skor mencolok. Uniknya, Man City dan Chelsea sama-sama pernah mencatat kemenangan terbesar dengan skor identik 6-0 di Liga Inggris.
Chelsea Dibayangi Kutukan Wembley
Chelsea datang ke final kali ini dengan catatan buruk di Wembley Stadium. Sejak terakhir kali menjuarai Piala FA pada 2018, The Blues selalu gagal pada enam final terakhir yang dimainkan di stadion nasional Inggris tersebut. Rinciannya ialah tiga kekalahan di final Piala FA dan tiga kekalahan di final Carabao Cup. Catatan negatif itu menjadi tekanan tersendiri bagi Chelsea, terlebih mereka sangat membutuhkan trofi untuk menutup musim yang mengecewakan.
Adu Tajam Pedro Neto dan Erling Haaland
Final ini juga menampilkan duel seru antara dua andalan lini depan masing-masing tim. Chelsea mengandalkan Pedro Neto yang tampil impresif di Piala FA musim ini dengan torehan empat gol. Kecepatan dan kemampuan individunya diharapkan mampu merepotkan lini belakang Manchester City. Sementara itu, Manchester City tetap bertumpu pada Erling Haaland. Striker asal Norwegia tersebut sudah mencetak tiga gol. Meskipun jumlah golnya sedikit di bawah Neto, Haaland tetap menjadi ancaman utama berkat insting gol dan kemampuan penyelesaian akhirnya yang mematikan.
Manchester City memburu gelar kedua musim ini setelah menjuarai Carabao Cup, sedangkan Chelsea menjadikan final ini sebagai kesempatan terakhir menyelamatkan musim mereka. Pertandingan ini akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim untuk menunjukkan kemampuan dan kekuatan mereka di lapangan. 3 Fakta Persis Solo vs Dewa United, Misi Jaga Peluang Sel…











Leave a Reply