Penurunan Nilai Rupiah
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 13 Mei 2026 | Kader PDIP Mohamad Guntur Romli menyoroti sikap Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terhadap kondisi rupiah. Guntur Romli mengatakan rupiah terpuruk pada level 17.498 per Dolar Amerika Serikat dan IHSG parkir di zona merah pada posisi 6.867. Dia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sudah menegur Gubernur Bank Indonesia di Istana, pada 5 Mei 2026.
Pasar tetap berdarah-darah, meski Gubernur BI sudah ditegur Presiden. Guntur Romli juga menyentil pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digadang penyelamat, kenyataannya hanya menjadi seremoni. Nasib Rupiah dan IHSG tetap tidak tertolong. Di balik layar, defisit APBN mencapai Rp 240,1 triliun.
Tanggapan Menkeu Purbaya
Guntur Romli menyampaikan banyak pengamat ekonomi menuding pengelolaan fiskal yang ugal-ugalan, sebagai pemicu utama terpuruknya kepercayaan pasar. Menteri keuangan sibuk membela diri dengan narasi yang kaku. Dia bersikeras urusan rupiah adalah mandat resmi moneter di bawah kendali Bank Indonesia.
Guntur Romli menyebut sikap Menkeu Purbaya itu menunjukkan seolah fiskal tidak memiliki dosa dalam kekacauan ekonomi saat ini. Bank Indonesia terjepit di antara tekanan global dan beban domestik. Sementara itu, Kemenkeu seakan tidak mau berbagi krisis.
Dampak pada Masyarakat
Dia mengatakan pada waktui pejabat sibuk menata kalimat dan menyelamatkan diri masing-masing, daya beli rakyat terpuruk. Daya beli rakyat, hangus terbakar inflasi yang makin tidak terkendali. Investor dan rakyat butuh bukti, bukan janji.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu segera mengambil tindakan untuk mengatasi krisis ekonomi yang sedang terjadi. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menstabilkan nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Langkah yang Dibutuhkan
Langkah yang dibutuhkan untuk mengatasi krisis ini adalah dengan mengambil kebijakan moneter dan fiskal yang tepat. Pemerintah perlu meningkatkan belanja negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta mengambil kebijakan untuk mengurangi defisit APBN.
Di samping itu, Bank Indonesia perlu mengambil kebijakan moneter yang tepat untuk menstabilkan nilai rupiah. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan suku bunga, mengurangi likuiditas, dan mengambil kebijakan lainnya untuk mengurangi inflasi dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Dengan demikian, diharapkan krisis ekonomi yang sedang terjadi dapat segera diatasi, dan perekonomian Indonesia dapat kembali stabil dan tumbuh dengan baik.
| No | Keterangan | Nilai |
|---|---|---|
| 1 | Nilai Rupiah | 17.498 per Dolar Amerika Serikat |
| 2 | Defisit APBN | Rp 240,1 triliun |















Leave a Reply