Portal Berita Lakpesdam Terkini – 06 Mei 2026 | Lingkungan keluarga, khususnya pola asuh orang tua, menjadi benteng utama dalam mencegah anak terjerumus perilaku kejahatan. Psikolog klinis Phoebe Ramadina menyebut kemampuan anak untuk mengendalikan diri dan peduli terhadap sesama harus dilatih sejak dini di rumah.
Pentingnya Edukasi Emosi Anak
Anak yang kesulitan mengelola emosi dan memiliki sifat impulsif lebih rentan terlibat kenakalan remaja. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh nyata dalam mengelola emosi, seperti mengungkapkan kemarahan dengan kata-kata yang baik tanpa kekerasan.
Peran Orang Tua dalam Mencegah Perilaku Kejahatan
Orang tua dapat menggunakan ruang diskusi untuk menjelaskan konsekuensi dari setiap perbuatan, bukan sekadar memberi hukuman. Kegiatan sederhana seperti belajar mengantre atau menyelesaikan tugas sebelum bermain bisa melatih anak menahan diri. Kepedulian bisa tumbuh lewat teladan orang tua, seperti mendengarkan cerita anak tanpa memotong, sehingga anak belajar menghargai giliran orang lain dalam berpendapat.
Bahaya Pemberian Label “Anak Nakal”
Pemberian label “anak nakal” bisa menjadi self-fulfilling prophecy, sehingga anak merasa tidak ada gunanya memperbaiki diri dan akhirnya benar-benar terjun ke dunia kriminal karena identitasnya sudah terstigma. Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dalam memberikan label pada anak dan lebih fokus pada pendidikan emosi dan pengembangan karakter anak.
Dengan demikian, edukasi emosi anak menjadi sangat penting dalam mencegah perilaku kejahatan. Orang tua dapat memainkan peran aktif dalam membantu anak mengembangkan kemampuan mengendalikan diri dan peduli terhadap sesama, sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang dan bertanggung jawab. Guru Olahraga SMP di Wonogiri Diduga Lecehkan Siswa di Se… Dukung Akselerasi Transformasi Digital, Telkomsel Ajak Pe… Aurelie Moeremans Berjuang Melawan Rintangan untuk Pendid…














Leave a Reply