Portal Berita Lakpesdam Terkini – 02 Mei 2026 | Sebuah studi dari Departemen Psikologi Universitas Pennsylvania mengungkap temuan menarik mengenai emosi anak. Studi ini menunjukkan bahwa musik memiliki peran krusial dalam membantu anak-anak, khususnya usia 3-5 tahun, untuk mengenali berbagai jenis emosi sejak dini.
Metode Penelitian
Penelitian yang melibatkan 144 anak di wilayah Philadelphia ini menguji kemampuan peserta dalam mengenali emosi seperti kebahagiaan, kesedihan, ketenangan, dan ketakutan melalui klip musik pendek berdurasi 5 detik. Hasilnya, anak usia 3 tahun sudah mampu mencocokkan emosi dengan musik secara akurat, jauh melampaui tingkat tebakan acak.
Temuan Penelitian
Kemampuan ini pun terbukti terus meningkat seiring bertambahnya usia anak. Profesor madya Rebecca Waller dan peneliti senior Rista C. Plate mengatakan musik sangat bermanfaat bagi anak-anak yang masih kesulitan mengekspresikan perasaan secara verbal. "Musik sangat penting dalam sosialisasi emosi dan pengajaran keterampilan sosial, terutama bagi anak yang sedang belajar mengomunikasikan perasaan," ujar Waller.
Perbedaan Cara Anak Memproses Musik dan Isyarat Visual
Salah satu poin paling mengejutkan dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Child Development ini ialah perbedaan cara anak memproses musik dengan isyarat visual (wajah). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak-anak dengan kepekaan emosi rendah cenderung kesulitan memahami emosi melalui ekspresi wajah.
Peneliti Yael Paz mengatakan anak-anak yang dianggap kurang peka terhadap emosi ternyata tetap mampu mengenali rasa takut dalam musik dengan sangat baik. Hal itu menunjukkan bahwa musik memiliki mekanisme berbeda dalam menyampaikan pesan emosional, sehingga bisa menjadi solusi alternatif bagi anak-anak yang sulit memahami isyarat visual atau wajah.
Rencana Masa Depan
Tim peneliti menyebut studi ini masih terbatas pada sampel komunitas umum. Mereka akan memfokuskan penelitian pada anak-anak dari rujukan klinik yang memiliki kesulitan khusus dalam memahami emosi. Para peneliti berambisi menjadikan musik tidak hanya sebagai alat pemahaman, tetapi juga sebagai target pengobatan atau terapi di masa depan.
Dengan demikian, penelitian ini membuka peluang baru bagi pengembangan metode pengajaran emosi pada anak-anak, terutama melalui musik. Ini juga menekankan pentingnya memahami peran musik dalam perkembangan emosi anak dan bagaimana musik dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pengembangan anak. Musik Bisa Picu Perkembangan Otak Anak, Penting untuk 1.0… Kerja Nyata, Gubernur Herman Deru Terharu Rumah Tahfiz di…















Leave a Reply