Portal Berita Lakpesdam Terkini – 05 Juli 2026 | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) menetapkan langkah besar untuk mengubah peta kelistrikan di Jawa Barat. Fokus perusahaan ialah menjadikan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber daya utama dalam pasokan listrik hingga 2034.
Langkah Besar PLN
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik yang dipicu pertumbuhan kawasan industri, pusat data, dan arus investasi baru. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, PLN menargetkan sejumlah pembangunan infrastruktur.
Pembangunan tersebut meliputi pembangkit EBT dengan total kapasitas 8.516 megawatt (MW), jaringan transmisi sepanjang 5.025 kilometer sirkuit (kms), dan penambahan gardu induk 19.460 MVA. PLN juga akan membangun pembangkit listrik termal berkapasitas 550 MW untuk menjaga keandalan sistem.
Urgensi Penguatan Sistem Kelistrikan
General Manager PLN UIP JBT Kishartanto Purnomo Putro menyebut urgensi penguatan sistem kelistrikan seiring pesatnya aktivitas ekonomi di Jawa Barat. Menurut dia, pembangunan ini berfungsi sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan fasilitas pelayanan publik yang memerlukan pasokan listrik stabil.
"Sebelum melangkah ke fase pengembangan 2034, kami telah merampungkan sejumlah proyek strategis selama periode 2023-2026," ujarnya. Capaian tersebut mencakup pembangunan pembangkit EBT berkapasitas 1.270 MW, penambahan kapasitas gardu induk 2.020 MVA, dan penyelesaian jaringan transmisi sepanjang 234,476 kms.
Strategi Transisi Energi
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP JBT Ferdyan Hijrah Kusuma mengatakan strategi ini mendukung program transisi energi nasional sekaligus mempercepat target pengurangan emisi karbon. Selain itu, pembangunan infrastruktur ini juga ditujukan untuk menjamin pasokan listrik tanpa kedip selama 24 jam bagi sektor vital, termasuk kawasan ekonomi khusus dan Pelabuhan Patimban.
Jawa Barat dipilih karena memiliki keberagaman potensi energi, mulai surya, air, hingga panas bumi. Dalam rencana pengembangan hingga 2034, potensi alam Jawa Barat akan dimaksimalkan. Tenaga surya (4.831 MW), tenaga air (1.972 MW melalui 40 proyek), tenaga panas bumi (848 MW), tenaga bayu (775 MW), dan tenaga sampah (90 MW).
Dengan demikian, PLN berharap dapat meningkatkan pasokan listrik yang stabil dan ramah lingkungan di Jawa Barat, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.














Leave a Reply